INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Masyarakat, Budaya, dan Politik di Kuba dan Karibia

Bagaimanakah kondisi kontemporer Kuba dengan negara-negara Karibia lainnya? Apakah prospek dan tantangan yang dihadapi?

 

Revolusi yang terjadi di Kuba sejak awal ia melepaskan diri dari jeratan kolonialisme bangsa Spanyol hingga Amerika begitu kompleks. Dimulai dengan adanya perang kemerdekaan pada tahun 1868 melawan bangsa Spanyol untuk memperoleh kemerdekaan yanng kemudian gagal. Hal ini kemudian berlanjut pada tahun 1895, dipimpin oleh Jose Marti yang berasal dari Partai Revolusioner Kuba (PRC). Jose Marti mempelajari kondisi negara-negara Amerika Latin pada masa itu dan kemudian menyimpulkan bahwa disana meskipun kemerdekaan politik sudah tercapai, namun hukum, tradisi, praktek, dan institusi kolonialisme tetap bertahan. Sehingga PRC kemudian membuat program dekolonisasi. Kuba akhirnya dalam oprang kemerdekaan ini, dimana kemudian masuk campur tangan Amerika Serikat yang akhirnya berperang melawan Spanyol pada 1898. Intervensi militer Amerika Serikat berujung pada kemenangan dan berhasil mengusir Spanyol, yang kemudian menjadi fase awal bagi hegemoni AS di Kuba (Valdes, 2005:351). Sejak saat itu Kuba menjadi bagian dari AS, dimana hampir dari segala aspek kehidupan di Kuba ter-Amerikanisasi. Mulai dari bidang militer, politik, ekonomi, dan bahkan sosial dan budaya.

Di awal abad 20, Flugencio Batista berhasil mengambil alih kekuasaan melalui revolusi dan menjadi diktator dan mendapat dukungan dari AS. Kepemimpinan Batista banyak mengandalkan kekuatan militer untuk mencapai legitimasinya pada saat itu bertahan hingga kurang lebih dua dekade. Dipertengahan abad ke-20, benih sisa-sisa pergerakan PRC muncul kembali dengan bentuk yang lebih populis, yang kemudian menjadi oposisi dan dipimpin oleh Fidel Castro dengan membawa konsep keadilan sosial. Batista berhasil digulingkan melalui revolusi gerilya, yang juga merupakan gerakan gerilya pertama yang berhasil menggulingkan rezim militer di kawasan Amerika Latin pada masa tersebut.  

Revolusi yang terjadi pada masa Spanyol dan AS di Kuba memiliki perbedaan. Pada masa pendudukan Spanyol, masyarakat Kuba menginginkan adanya kebebasan dan kemerdekaan. Sementara pada masa hegemoni AS di Kuba, revolusi lebih banyak dipicu oleh timbulnya nasionalisme masyarakat Kuba, akibat derasnya dominasi AS dalam berbagai bidang. AS merepresentasikan kapitalisme layaknya kekuasaan imperial, dan nasionalisme dan sosialisme di Kuba terintegrasi menjadi sebuah ideologi revolusioner yang baru (Valdes, 2005:352). Castro membawa revolusi Kuba kali ini menuju sosialisme.

 

Referensi:

Valdes, Nelson P. 2005. “The Cuban Revolution,” in Black, Jan Knippers. 2005. Latin America: Its problem and Its Promise, pp 348-374.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :