INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Etnografi Masyarakat Timur Tengah: Suku Persia

Kawasan Timur Tengah merupakan salah satu kawasan yang unik sebab terletak di persimpangan tiga benua, yakni Asia, Eropa, dan Afrika. Sehingga dapat dikatakan bahwa kawasan ini merupakan kawasan yang cukup strategis. Meski banyak perdebatan mengenaoi negara mana saja yang termasuk di dalamnya, akan tetapi menurut PBB negara yang termasuk dalam kawasan Timur Tengah antara lain Suriah, Lebanon, Palestina, Mesir, Yaman, Oman, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Irak, Iran  Kuwait, Turki, dan Pakistan (www.un.org).

Secara geografis, kenampakan alam wilayah Timur Tengah didominasi oleh gurun yang amat luas dan beriklim gurun. Hal ini kemudian memperngaruhi ciri fisik masyarakat setempat, yaitu tubuhnya yang besar, tegap, tinggi, dan kuat, berkulit putih, berhidung mancung, dan berambut keriting, seperti mayoritas ras kaukasoid lainnya. Selain pada ciri fisik, kondisi geografis juga mempengaruhi mata pencaharian masyarakat di sana, yakni pedagang, penggembala onta, dan pengrajin permadani. Dalam hal agama, masyarakat Timur Tengah mayoritas memeluk agama Islam dan berbahasa Arab. Kawasan Timur Tengah didiami oleh banyak jenis suku bangsa seperti suku Arab, suku Persia, Yunani, Yahudi, Berber, Assyria, Kurdi, dan Turki. Dan suku yang mendominasi adalah suku Persia, yang tersebar di Iran, Afghanistan, Uzbekistan, dan beberapa negara di sekitarnya. Suku yang di Iran ini merupakan keturunan dari suku bangsa Arya Eropa yang hijrah ke kawasan Asia Tengah hingga mencapai Iran. Letak kawasan Timur Tengah yang strategis tersebut menyebabkan potensi budaya-budaya setempat untuk bersinggungan dengan budaya lain serta nilai-nilai modernitas pun sangat besar, dan hal ini kemudian memicu mereka menjadi lebih maju dalam banyak hal. Selain modernisasi budaya mereka juga melakukan modernisasi pada cara hidup mereka yang terlihat pada peralatan hidup yang semakin canggih dan banak dari mereka yang melakukan mobilitas keluar guna mendapatkan pendidikan umum di negara lain. jadi proses modernisasi memiliki kekuatan untuk mengubah jalan hidup pribadi masyarakat (Lerner,t,t:60).

Isu yang menonjol dal berkembang di Timur Tengah adalah adanya keunggulan sumber daya minyak yang selalau menimbulkan konflik utamanya oleh negara-negara di luar kawasan ini sendiri seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, China, dan lain sebagainya, yang menjadikan minyak dan gas sebagai komoditas utama dunia saat ini, sebagai sumber energi. Di samping itu juga isu perebutan wilayah Palestina oleh Israel masih juga belum terselesaikan. Banyaknya isu pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah Gaza banyak disoroti oleh masyarakat dunia. Meski banyak sukarelawan yang datang unruk membantu korban perang, masih belum ada langkah signifikan yang dapat menyelesaikan konflik keduanya, walaupun PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) telah berulang kali mengeluarkan resolusi.

Cliffort Gertz menganalisis adanya tujuh unsur kebudayaan yang selalu melekat pada sehingga suatu hal dapat disebut dengan budaya, yaitu bahasa, sistem teknologi dan perlengkapan hidup, sistem perekonomian dan mata pencaharian, organisasi sosial, sistem pengetahuan, kesenian, dan sistem religi. Pada suku Persia, jelas bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab, meski mereka juga memiliki bahasa tradisional yakni bahasa Persia. Sementara itu sistem teknologi dan peralatan hidup, suku Persia telah mencapai titik modern meski masih hanya sebatas follower dan belum dapat menyaingi sistem teknologi yang diciptakan oleh Barat. Sistem perekonomian dan mata pencaharian yang berkembang di kalangan suku Persia dipengaruhi oleh keadaan geografis yang berupa gurun, antara lain penggembala unta, berdagang, bertani kurma, dan juga menjadi pengrajin. Namun seiring dengan hadirnya modernisasi, mata pencaharian tidak lagi sebatas pada hal-hal tersebut, namun juga masuk industrialisasi. Akan tetapi berdasarkan isu yang berkembang saat ini, mereka sedang mengembangkan teknologi mereka seperti teknologi nuklir yang sedang dikembangakan oleh Iran misalnya. Selain itu, pada zaman dulu, suku Persia yang telah memiliki peradaban yang sangat tinggi telah berhasil menemukan teori-teori di bidang matematika, kimia, filsafat dan berbagai bidang ilmu lainnya.

Dalam organisasi sosial, suku Persia menggunakan sistem kekerabatan patrilineal, yakni menggunakan garis keturunan sang ayah, atau anak laki-laki. Hal ini terlihat dari penggunaan kata ‘bin’ untuk anak laki-laki dan ‘binti’ untuk anak perempuan, dan diikuti nama ayah mereka dibelakang kata tersebut, yang menandakan mereka adalah anak dari orang tersebut. Di samping itu suku Persia juga menempatkan kaum laki-laki pada posisi yang lebih tinggi daripada kaum perempuan. Dari sisi religi, sebagian suku Persia memeluk agama Islam, seperti halnya mayoritas masyarakat yang berada di Timur Tengah. Namun sebelum agama Islam berkembang, mereka menganut ajaran Zoroaster yang menyembah api. Yang mana dalam peradaban suku Persia, dikenal beberapa agama, seperti Zoroastrianisme, Manikeanisme, dan Baha’i. Agama Zoroaster atau Zaratusra masih dianut oleh sebagian kecil orang Persia (0,1%), begitu juga dengan agama-agama lainnya, seperti Kristen (0,8%) dan Yahudi (0,2%). Islam masuk ke Persia. Dan dilihat dari segi kesenian, suku Persia terkenal dengan tariannya serta seni permadaninya yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Tarian yang terkenal adalah “Baba Karam”.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kawasan Timur Tengah atau yang juga dikenal dengan Asia Barat Daya merupakan kawasan yang kental dengan budaya Islam oleh karena dominasi agama tersebut di sana. Kehidupan masyarakat Persia dapat dikatakan bahwa kehidupannya sangat maju yang dipengaruhi oleh budaya luar dan efek dari globalisasi. Kemajuan yang terlihat ialah kepemilikan nuklir dimana seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa Timur Tengah merupakan kawasan konfliktual dan banyak negara luar yang memberikan ancaman terhadap engara mengenai sumber minyak, sehingga banyak dari negara di Timur Tengah yang berusaha untuk membentengi diri dengan memiliki nuklir. Dari sini pula bangsa Persia yang sangat mencintai ilmu pengetahuan juga turut melindungi negara Iran melalui kepemilikan nuklir. Banyaknya kandungan minyak di kawasan ini menjadikannya banyak didatangi banyak pihak luar atas dasar kepentingan.

 

Referensi:

Buku:

Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi.

Simon Bromley, American Hegemony and World Oil: The Industry, the State System and the World Economy (University Park, Penn.: Pennsylvania State University Press, 1991). Pp. 323.

Internet:

Anonym.t,t Middle East. [online] tersedia di http://www.globalresearch.ca/index.php?context=viewArticle&code=NAZ20061116&articleId=3882, diakses tanggal 8 Maret 2012.

Anonym.t,t. 100 ilmuan Muslim dan tokoh sains muslim yang dilupakan dunia [online] tersedia di http://www.armhando.com/2011/12/100-ilmuwan-muslim-dan-tokoh-sains.html [diakses pada 24 Mei 2012]

CIA.2012. Iran [online] tersedia di https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ir.html  [diakses pada 4 Mei 2012].

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :