INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Etnografi Masyarakat Afrika bagian Utara: Suku Berber

Benua Afrika secara umum terbagi dalam lima kawasan, yaitu Afrika Utara, Selatan, Barat, Timur, dan Tengah. Di mana pada pembahasan kali ini akan difokuskan kawasan Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Asia dan Eropa yang hanya dipisahkan oleh Laut Tengah, serta karakteristik masyarakat yang mendiaminya. Negara-negara kawasan Afrika Utara yang terdaftar oleh PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) antara lain Libya, Maroko, Aljazair, Mesir, Sahara Barat, Sudan, Tunisia (www.un.org).  Sementara sumber lain juga mneyebutkan bahwa Mauritania, Aritrea dan Ethiopia juga masuk ke dalam kawasan ini. Benua Afrika sendiri dipercaya merupakan benua di mana manusia pertama kali ada dan kemudian menyebar ke segala penjuru dunia berdasarkan penelitian dari James Watson dan Alan Wilson terhadap DNA manusia dari berbagai wilayah di dunia. Dalam hal keadaan lingkungan alam dan geografis, serupa dengan bagian lain Afrika, kondisi iklim didominasi oleh iklim gurun yang kering dan tandus, serta kurang mendapat curah hujan yang memadai bagi kesuburan tanah.

Letak geografis yang berdekatan dengan kawasan Asia bagian Barat yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam, turut mempengaruhi masyarakat di kawasan Afrika bagian utara ini untuk memeluk agama yang sama, meskipun masih terdapat penduduk yang beragama lain seperti Kristen, dan bahkan masih berpegang pada kepercayaan animisme dan dinamisme. Hal lain yang juga cenderung sama adalah bahasa, yakni bahasa Arab, meski juga terdapat bahasa lain seperti Swahili dan Hausa.

Isu yang sedang menonjol di kawasan ini pun tidak lepas pada kedekatannya dengan kawasan Timur Tengah, yakni adanya Arab Springs, yaitu gelombang demokratisasi negara-negara Arab yang berusaha menggulingkan rezim otoriter yang sedang berkuasa di negaranya, dan hal ini berawal dari Tunisia, negara yang termasuk dalam wilayah Afrika Utara, diikuti oleh Mesir dan Libya. Namun di sisi lain kawasan ini memiliki sejarah peradaban dan kekayaan budaya yang tinggi. Salah satu contoh adalah peradaban Mesir Kuno, yang telah mewariskan beberapa tanda-tanda peradaban yang maju pada masa sebelumnya melalui bangunan Piramida dan Patung Sphinx. Selain itu juga terdapat Universitas tertua di dunia, yakni Universitas Al-Azhar yang berada di Kairo, Mesir. Letaknya yang strategis dibandingkan dengan kawasan Afrika lainnya, membuatnya memperoleh banyak pengaruh dari bangsa Barat yang menyebabkan banyaknya interaksi yang juga meliputi kerjasama ekonomi hingga membantu pertunbuhan ekonomi yang cukup pesat. Di samping itu pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh suburnya lahan pertanian yang terletak di daerah pegunungan Atlas yang meski kering namun tetap memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

Di sisi lain, kedekatan geografis dengan wilayah Timur tengah tidak menjadikan suku-suku yang mendiami kawasan ini adalah hasil akulturasi dengan masyarakat Arab. Salah satu yang masih asli adalah suku Berber. Suku Berber banyak mendiami negara Libya dan beberapa negara lain yang dekat dengan Gurun Sahara dengan perkiraan sejumlah 97% dari total populasi di kawasan Afrika Utara. Mengenai agama suku Berber memeluk agama Islam, sebagai bagian dari pengaruh kebudayaan Timur Tengah di kawasan ini.

Apabila diidentifikasi sesuai dengan tujuh unsur kebudayaan Cliffort Gertz, suku Berber berbicara menggunakan bahasa Arab dan beragama Islam Sunni. Dalam organisasi sosialnya, masyarakat menempatkan kaum lelaki di atas kaum perempuan. Sistem teknologi dan perlengkapan hidup banyak didominasi oleh penggunaan alat-alat logam dalam pengeolahan sumber daya alam yang ada. Dalam hal mata perncaharian, mereka bekerja di sektor peternakan dan perdagangan serta perajin logam dan ukiran. Sementara dalam hal kesenian, suku Berber mengekspresikan pikiran melalui lukisan-lukisan di dinding gua, lukisan dan ukiran batu, dan salah satu yang ditemukan adalah Wadi Matheondous dan dareh pegunungan Jabal Acacus. Dari segi sistem pengetahuannya, suku ini telah memiliki sistem pengetahuan yang cukup baik kemudian didukung dnegan kedatangan bangsa barat yang melakukan transfer teknologi sehingga menjadikan sistem pengetahuan dan teknologi mereka berkembang lebih baik. Di samping itu banyak kaum intelektual Berber yang menuntut ilmu di banyak universitas di Eropa.

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa Afrika Utara terdiri dari beberapa negara seperti Libya, Maroko, Aljazair, Mesir, Sahara Barat, Sudan, Tunisia yang telah diakui oleh PBB. Meski juga terdapat beberpa pihak yang mengatakan bahwa Mauritania, Aritrea dan Ethiopia juga termasuk dalam kawasan ini. Letak strategis kawasan ini memberikan keuntungan bagi perkembangan negara-negara yang ada di sana. Seperti adanya transfer teknologi dari bangsa Barat dan banyak dari penduduk mereka yang menuntut ilmu di negara-negara Barat. Dan juga membentuk karakter budaya masyarakat seperti diterimanya Islam di sana. Suku mayoritas di kawasan ini adalah suku Berber, yang populasinya hampir mencapai 97% di seluruh kawasan Afrika Utara.

 

Referensi:

Anonym. 2012. North Africa [online] tersedia di http://www.britannica.com/EBchecked/topic/418538/North-Africa [diakses pada 1 Juni 2012].

CIA.2012.berber in Libya [online] tersedia di https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ly.html [diakses pada 1 Juni 2012].

Gerhard Robbers, Encyclopedia of World Constitutions (New York: Facts on File Inc., 2007).

PBB. 2012. Afrika Utara. [online] tersedia di United Nations Statistics Division- Standard Country and Area Codes Classifications [diakses pada 31 Mei 2012]

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :