INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Etnografi Masyarakat Eropa Barat: Suku Basque

Salah satu pusat peradaban dunia yang hingga kini masih bertahan dan ditempati oleh mayoritas negara-negara maju yang berada di daratan Eropa. Secara kawasan, benua yang oleh PBB dinyatakan mewakili 5% luas daratan dunia itu terbagi menjadi Eropa Barat, Eropa Selatan, Eropa Timur, dan Eropa Utara. Pada kali ini pembahasan akan dipusatkan pada kawasan Eropa Barat, di mana negara-negara maju yang berada di kawasan ini merupakan mayoritas negara yang berperan penting bagi kemajuan perekonomian dunia saat ini. Kawasan Eropa Barat sendiri ditempati oleh 9 negara antara lain Austria, Belgia, Perancis, Liechtenstein, Jerman, Luxemburg, Monako, Belanda, dan Swiss (www.un.org). Secara geografis kawasan ini memiliki kenampakan alam yang bervariasi. Mulai dari sungai seperti Sungai Rhine, Seine, dan Lotre hingga pegunungan bersalju Alpen yang membentang melewati negara-negara tersebut.

Dari segi demografi, kawasan Eropa Barat merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Meski demikian persebarannya dapat dikatakan merata. Sementara dalam hal ras, terdapat dua ras utama yang tersebar di kawasan Eropa Barat ini yaitu suku bangsa Nor dan Alpen. Bangsa Nor banyak mendiami wilayah Jerman Utara dan Belanda Utara, dengan ciri fisik berambut pirang, bermata biru, serta tengkorak yang lonjong namun sedikit sempit. Sementara bangsa Alpen tersebar di wilayah Belgia, Perancis, Swiss, Jerman Selatan, dam Austria. Bangsa ini memiliki ciri fisik  berambut dan mata hita, tengkorak serta mata yang lebar, dengan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi besar. Dalam hal agama, penduduk di Eropa Barat mayoritas memeluk agama Kristen, Islam, Budha dan lain sebagainya.

Kemajuan peradaban yang ada hingga pada saat ini tidak terlepas dari kejayaan yang pernah mereka capai di masa lalu, melalui masa kolonialisme dan imperialisme dengan semangat gold, glory, gospel. Di mana kejayaan tersebut semakin berkembang dengan terjadinya revolusi industri di abad ke-18. Akan tetapi masa kolonialisme dan imperialism ini berakhir seiring dengan banyaknya negara-negara jajahan di dunia ketiga yang melakukan revolusi dan mencapai kemerdekaan.

Dengan adanya kedua suku bangsa besar yang telah disebutkan sebelumnya tidak berarti tidak ada sub-sub suku lain yang hidup di kawasan ini. Masih banyak suku bangsa lain yang mendiammi kawasan ini. Salah satunya adalah suku Basque, yang tersebar di 3 provinsi di Perancis, yaitu Navarre, Labourd, dan Soule, yang ciri fisiknya lebih mendekati bangsa Alepn daripada bangsa Nor. Jika dilihat dari 7 segi unsur kebudayaan, suku Basque memiliki perbedaan dengan suku bangsa lainnya. Bahasa tradisional mereka adalah bahasa Basque dan Euskara, yang dipercayai merupakan bahasa tertua di Eropa. Di masa sekarang mereka memeluk agama Kristen dan Islam, meskipun dulunya mereka memiliki kepercayaan Agnostik, yaitu kepercayaan bahwa suku mereka sudah ada sejak waktu yang sangat lama, yang jika diibaratkan telah ada sebellum Tuhan Allah dan batu-batu ada.

Suku Basque bukan merupakan suku yang primitif di mana ia sangat tanggap terhadap perkembangan jaman. Sehingga dari sisi teknologi dan perlengkapan hidup, mereka banyak menggunakan perlengkapan yang telah tersenuth modernitas, terlihat dari berkembangnya sektor-sektor industri dan permesinan. Sementara dari segi pendidikan dan kesenian, mereka banyak mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui lukisan dan ukiran. Dari sisi kesenian tradisional, beberapa yang menonjol adalah tarian tarung terbang (La Espata Dantza) dan tari pedang (Dantza Bolant).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa etnografi bangsa di kawasan Eropa Barat secara umum terbagi menjadi dua golongan, yakni bangsa Nor dan Alpen, meski juga banyak terdapat sub-sub suku bangsa seperti suku Basque yang telah dibahas di atas. Yang membedakan etnografi masyarakat di kawasan ini dengan kawasan lain adalah peradabannya yang tinggi saat ini, yang merupakan warisan dari kejayaan di masa lalu membuat gaya hidup serta budaya yang melekat pada masyarakatnya hingga saat ini jauh berbeda dengan masyarakat di kawasan lain.

 

Referensi

Buku:

Euskalherria.t,t. Euroregion:Basques. [online] tersedia di http://www.euskalnet.net/mugarte/ [diakses pada 10 Mei 20120: 19.31]

Frederic Jameson dan M. Miyoshi, ed., the Cultures of Globalization,

Geertz, Clifford. 1973. “The Interpretations of Culture”. New York : Basic Books.

Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi.

Internet:

The Guardian.2011. Muslim Eropa [online] tersedia di http://indonesian.irib.ir/sosialita/-/asset_publisher/QqB7/content/id/4962867  [diakses pada 10 Mei 2012: 21.09]

UN.2012.Western European [online] tersedia di http://www.un.org/western-europe/ [diakses pada 10 Mei 2012: 20.33]

World.Mudane.t,t. Western Europe. [online] tersedia di http://smartin.bol.ucla.edu/caledonia/europe.html [diakses pada 10 Mei 2012: 18.20].

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :