INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Pengantar Globalisasi: Introduction

Pengantar Globalisasi: Introduction

 

Oleh: Indira Agustin (071012006)

Globalisasi berasal dari kata global dan –sasi. Global berarti menyeluruh dan sama, sedangkan –sasi berarti proses. Disini globalisasi berarti sebuah proses pada suatu hal untuk menjadi global dan menyeluruh. Sebagai contoh yang dapat dilihat saat ini ialah ketika hampir semua orang dari berbagai kalangan mempunyai  telepon genggam, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan teman dan kerabat pada jarak yang jauh. Ada dua tipe dasar unutk mendefinisikan globalisasi: yaitu definisi berdasarkan perekonomian yang kuat dan definisi berdasarkan sosial yang lebih luas. Berdasarkan perekonomian yang kuat, globalisasi berarti dunia saat ini sedang menuju pada system ekonomi global yang didominasi oleh perusahaan dagang supranasional dan institusi perbankan yang tidak mengikuti atau melalui proses-proses demokrasi  maupun pemerintahan nasional (MacGijivray, 2006). Sedangkan pandangan yang berdasarkan sosial yang lebih luas memandang fokus perekonomian tadi terlalu sempit. Baginya, globalisasi adalah seperangkat proses sosial yang multidimensi yang menciptakan , melipatgandakan, mengembangkan, dan memperkuat ketergantungan sosial pada dunia luas dan saling bertukar pada waktu yang sama berkembang dalam kuatnya hubungan antar manusia dalam jarak tertentu (MacGijivray, 2006). Menurut MacGijivray, pandangan ekonomi yang sempit itu berfokus pada pro-kapitalis. Sebaliknya, pandangan sosial yang luas itu berfokus pada anti-kapitalis.

Globalisasi yang berarti pengglobalan, berarti tidak mencakup hal-hal yang lokal seperti penggunaan internet untuk mencari informasi lokal –hal yang sebenarnya dapat dijangkau tanpa harus  menggunakan peralatan sejenis internet. Maka penggunaan kata global tidak berarti pada hal yang modern dan canggih. Globalisasi membutuhkan definisi yang lebih kuat daripada sekedar istilah cakupan seperti berapa banyak dan dimana, tapi juga motif untuk mengetahui siapa dan mengapa terjadi globalisasi. Sehingga menjadi jelas bagaimana dan darimana globalisasi berasal, dan akan kemana globalisasi membawa kita.

Seringkali globalisasi diidentikkan dengan imperialisme, kolonialisme, dan Amerikanisasi (MacGijivray, 2006). Padahal globalisasi juga berkaitan dengan rasa tertarik seseorang terhadap sesuatu yang sedang marak atau tren. Karena sesuatu yang sedang tren tersebut acapkali berasal dari Amerika (barat dan modern) maka banyak yang menganggap globalisasi sebagai proses Amerikanisasi. Globalisasi tidak selalu imperialis, terkadang modernis, dan lebih luas dari kolonial.

Abad ke-21 kata globalisasi makin menyebar. Dengan seringnya menjadi bahasan di berbagai media, utamanya di Eropa.  Globalisasi muncul sejak bertahun-tahun yang lalu dimana mulai ada usaha untuk mengglobalkan sesuatu. Namun, secara eksplisit baru terlihat setelah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Sehingga penyebaran informasi menjadi sangat cepat mengglobal. Catatan sejarah mengenai globalisasi menurut MacGijivray terbagi menjadi lima. Yang pertama sekitar 1490-1500an (Iberian carve-up), dimana bentuk dan ukuran dunia mulai diketahui, sehingga mulai bermunculan ambisi-ambis komersil dan strategi dalam kompetisi global. Saat itu adalah titik dimana percetakan mulai menyebar sehingga pengetahuan dan literatur pun menyebar luas. Tahap yang kedua yaitu sekitar 1880-1890an (the britannic meridian) , dimana British Empire memimpin kekuasaan imperial, berusaha untuk meluaskan kekuasaan secara global. Yang ketiga yakni pada 1955-1965 (Sputnik World),dimana kencangnya laju dekolonisasi pada masa itu menyebabkan derasnya pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di berbagai belahan dunia. Sehingga mulai bermunculan perusahaan yang bertingkat internasional, juga mulai terbentuk organisasi-organisasi non pemerintah. Kemudian yang keempat yaitu pada 1995-2005 (the global supply-chain), yaitu pada dekade ini ada orientasi terhadap pembagian dunia barat dan timur, yang ditentukan berdasarkan negosiasi internasional. Dan yang kelima adalah thermo globalisasi, yaituyang menjadi sangat populer di masa-masa ini adalah jaringan sosial yang menyebar dengan cepat.

Jadi initinya, apakah globalisasi itu baik atau buruk? Tergantung darimana kita memandang eksistensi dari globalisasi itu sendiri. Ketika globalisasi itu dilihat sebagai sarana dari perkembangan teknologi informasi dan pengetahuan, dimana dengan adanya globalisasi  masyarakat menjadi semakin berkembang ke arah yang lebih baik dan maju, tentu globalisasi menjadi hal yang positif atau baik. Namun apabila ternyata keberadaan globalisasi malah menggerus identitas masyarakat tersebut dan atau lebih buruk mengganggu eksistensi maupun kedaulatan, maka globalisasi menjadi hal yang negatif atau buruk.

 

Referensi:

MacGijivray, Alex. 2006. “Introduction”, dalam A Brief of History of Globalization. London: Robinson. Pp1-25

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :