INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

American Fundamental Values (1): Teori Kontrak Sosial (Hobbes, Locke, dan Rousseau)

Oleh Kelompok 1 A:

1.      Yudo Satryo P
2.      Indira Agustin                  071012006
3.      Ergy Ghulam H.               071012023
4.      Radita Febriyanti 071012030
5.      Robitul Haq                      071012049

     Teori kontrak sosial merupakan teori mengenai proses terbentuknya suatu negara, dimana, masyarakat membuat kontrak antar mereka sendiri untuk mendirikan sebuah negara sehingga kewenangan berada di tangan masyarakat. Teori kontrak sosial ini mengandung pemikiran liberal pada zaman Pencerahan atau Enlighment. Ada tiga tokoh yang merumuskan teori kontrak sosial ini. Yaitu, Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jacques Rousseau. Karena ketiganya datang dengan latar belakang yang berebda-beda, maka teori kkontrak sosial yang dihasilkan ketiganya pun berbeda-beda.

Thomas Hobbes memandang bahwa manusia mempunyai sifat dasar yang sama. Yakni, sama-sama memiliki keinginan atau kepentingan dan ketidaksukaan terhadap suatu hal. Dalam keadaan tertentu, kepentingan dan ketidaksukaan antar manusia ini saling berbenturan. Sehingga, ada pihak yang mendominasi pihak lain. Kemudian terjadi usaha seseorang untuk berada diatas orang lain, yang akhirnya dimungkinkan terjadinya perang dan kondisi menjadi tidak aman. Maka, untuk menghasilkan situasi aman yang terjamin, mereka menyerahkan kepercayaan mereka kepada sebuah lembaga yang dapat menjamin keamanan, kestabilan, dan kesejahteraan mereka melalui sebuah kesepakatan. Kesepekatan inilah yag disebut kontrak sosial. Dalam hal ini lembaga yang memegang kedaulatan tersebut menjamin hak-hak masyarakat, tanpa harus ada akuntabilitas kepada masyarakat, dengan anggapan bahwa masyarakat telah memberikan kepercayaan kepada lembaga tersebut melalui kontrak sosial.

Berbeda dengan Hobbes, pemikiran John Locke mengasumsikan manusia yang satu dengan lainnya pada dasarnya sama, akan tetapi manusia itu bisa menentukan mana yang benar dan salah, sehingga tidak perlu khawatir untuk mengganggu kehidupan manusia yang  lain. Akan tetapi, ketika pikiran baik tadi disertai dengan nafsu, maka akan menjadi tidak terkontrol dan melanggar hak-hak orang lain. Padahal manusia tidak punya cukup kekuasaan untuk main hakim sendiri terhadap sesamanya. Sehingga masih terdapat potensi terjadinya ketidakamanan. Maka manusia lagi-lagi menyerahkan haknya –dalam hal ini sebagian- kepada pihak yang diajak membuat kontrak sosial untuk menjamin keamanan mereka. Karena hanya sebagian, maka masyarakat masih bisa melakukan kontrol terhadap pemegang kekuasaan. Menurut Locke, ada tiga pihak dalam kontrak sosial ini, yaitu pencipta kepercayaan (the trustor), yang diberi kepercayaan (the trustee), dan yang menerima manfaat dari pemberian kepercayaan tersebut (the beneficiary)  (I Basis Susilo, 1988). Dalam hal ini, the trustee adalah  pemerintah atau pemegang kekuasaaan, di mana ia bertanggung jawab kepada beneficiary dengan kewenangan yang terbatas. Beneficiary dan the trustor adalah masyarakat.

Sedangkan Jean Jacques Rousseau menganggap bahwa sifat dasar manusia adalah saling bekerjasama, sehingga tidak terjadi perkelahian. Sifat saling bekerja sama ini biasanya tertampung dalam sebuah organisasi, sehingga akhirnya muncul seseorang yang mendominasi dan memiliki hak-hak istimewa sehingga berpotensi terjadi kekuasaan tunggal (I Basis Susilo, 1988). Untuk menghindari terjadinya kekuasaan tunggal ini, maka perlu dibentuk sebuah kontrak sosial dalam masyarakat. Dalam masyarakat terdiri atas kehendak bebas dan kehendak umum. Kehendak bebas ini mengedepankan kehendak-kehendak pribadi masyarakat sedangkan kehendak umum lebih mengedepankan pada keputusan terbaik yang dapat diperoleh masyarakat. Sehingga masyarakat  harus mengikuti apa yang menjadi kehendak umum karena  ini sudah merupakan keputusan yang terbaik. Dan Rousseau menilai bahwa kehendak umum ini merupakan tugas dari lembaga legislatif untuk menentukan keputusan yang terbaik bagi masyarakat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kontrak sosial dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat yang disebabkan ketakutan masyarakat akan adanya ketidakseimbangan akibat perbenturan kepentingan-kepentingan manusia jika tidak ada yang mengawasi.

 

Refferences:

Susilo, I. Basis. 1988. Teori Kontrak Sosial dari Hobbes, Locke, dan Rosseau dalam Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik. Surabaya: FISIP Unair

http://www.essortment.com/john-lockes-social-contract-theoy-46748.html


1. Raju Abdul Aziz

pada : 30 September 2013

"terimakasih banyak"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :