INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Congress - System: Virginia Plan, New Jersey Plan, dan Connecticut Compromise

Oleh Kelompok 1A:

1.      Yudo Satryo P                        070710177
2.      Indira Agustin                        071012006
3.      Ergy Ghulam H.                     071012023
4.      Radita Febriyanti                   071012030
5.      Robitul Haq                            071012049

Konstitusi yang berjalan dalam pemerintahan Amerika Serikat saat ini tidak lain merupakan buah pemikiran dari seorang James Madison yang mengusulkan untuk merepresentasikan perwakilan tiap-tiap negara bagian ke dalam satu bentuk legislatif nasional. Madison, seorang politikus Virginia, menyusun pemikirannya ini yang kemudian disebut Virginia Plan pada Constitutional Convention. Kemudian pemikiran Madison ini disampaikan oleh Edmund Randolph dalam Constitutional Convention pada tanggal 29 Mei 1787. Madison menilai bahwa pemerintahan tidak seharusnya hanya berfokus pada negara bagian. Perlu adanya semacam kerjasama antara pemerintah negara bagian dan pemerintah pusat agar dapat bersama-sama menangkal serangan dari luar negeri dan juga untuk menghindari kekuasaan berlebih dari pemerintah negara bagian. Sehingga nantinya akan tercipta pemerintahan federal yang seimbang antara negara bagian dan pemerintah pusat. Selain itu, dirumuskannya Virginia Plan ini juga bertujuan agar dapat menciptakan pemerintahan nasional yang kuat yang dapat membuat dan melaksankan hukum serta mengumpulkan pajak (http://library.thinkquest.org/11572/creation/framing/va_nj_plans.html#). Untuk dapat menjalankan sistem ini, perlu adanya perwakilan-perwakilan dari tiap negara bagian yang nantinya tergabung dalam sebuah badan legislatif nasional yang disebut kongres. Kongres terdiri dari dua kamar, yaitu House of Representative dan Senat.House of Representative merupakan perwakilan yang dipilih oleh rakyat sendiri. Sedangkan Senate merupakan perwakilan yang dipilih oleh pemerintah negara bagian. Di dalam Virginia Plan dirumuskan representasi proporsonial, di mana negara bagian yang memiliki populasi yang lebih banyak juga secara otomatis memiliki perwakilan yang banyak di dalam Kongres. Hal ini membuat negara-negara bagian yang memiliki jumlah populasi sedikit, merasa kecewa. Sebab, dengan begitu negara-negara bagian tersebut tidak memiliki banyak perwakilan yang menyebabkan mereka hanya memiliki porsi yang kecil untuk dapat bersuara dalam Kongres.

New Jersey Plan pertama kali dicetuskan oleh William Patterson dalam  sebuah konvensi pada 15 Juni 1787. New Jersey Plan ada sebagai bentuk ketidak puasan rakyat yang berada di negara bagian yang kecil oleh adanya Virginia Plan.  Pemerintahan yang diusulkan dalam New Jersey Plan menginginkan adanya tiga pembagian kekuasaan yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif, dimana legislatif merupakan perwakilan dari rakyat untuk mewakili eksekutif dan eksekutif memilih hakim-hakim mahkamah agung. Sistem legislatif hanya memiliki satu kamar, dimana masing-masing negara bagian memiliki jumlah perwakilan yang sama, sehingga semua negara bagian memiliki kekuatan yang sama tanpa memandang besar kecilnya negara bagian. Namun pada akhirnya New Jersey Plan ini ditolak untuk diterapkan karena dianggap hanya sebagai perpanjangan sistem pemerintahan pada saat artikel konfederasi.

Ketidakpuasan rakyat dari negara bagian dengan populasi sedikit terus menyebabkan perdebatan akan sistem legislatif Amerika. Negara bagian kecil tetap mendukung New Jersey Plan di mana setiap negara bagian mengirimkan wakilnya dengan jumlah yang sama. Hingga pada akhirnya, delegasi Constitutional Convention yang berasal dari Connecticut, Roger Shermen, mengusulkan  dibentuknya sistem bicameral, atau Kongres dengan dua kamar, yaitu House of Representative dan Senat. Shermen memberi usulan bahwa anggota House of Representative merupakan perwakilan tiap-tiap negara bagian yang jumlahnya ditentukan dari jumlah populasi negara bagian tersebut. Di mana setiap 30.000 penduduk diwakili oleh satu orang legislator. Sedangkan di dalam Senat terdiri dari perwakilan tiap negara bagian dengan jumlah yang sama.. Usulan Shermen ini dianggap sebagai sistem yang adil dan akhirnya diterima oleh semua negara bagian, baik yang besar maupun negara bagian kecil. Usulan ini kemudian dikenal dengan nama Connecticut Compromise 1787 atau Great Compromise. Connecticut compromise ini terus diterapkan dalam pemerintahan Amerika Serikat sampai dengan saat ini.

Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mencapai sistem Kongres Amerika Serikat seperti saat ini, dibaliknya terdapat sejarah yang panjang. Dimulai dari usulan James Madison yang dikenal dengan Virginia Plan. Yang kemudian usulan ini dikritik oleh William Peterson yang disebut New Jersey Plan akibat kekecewaan rakyat negara bagian dengan populasi sedikit. Lalu, Roger Shermen muncul dengan pemikirannya akan sistem bikameral yaitu House of Representative dan Senate. Sejarah panjang Kongres Amerika Serikat ini menunjukkan adanya semangat demokrasi dari rakyat Amerika sejak masa awal kemerdekaan.

 

References:

http://library.thinkquest.org/11572/creation/framing/va_nj_plans.html#

http://www.ourdocuments.gov/doc.php?flash=old&doc=7#

http://www.america.gov/st/usg-english/2008/January/20071126075721xjsnommis0.7442285.html

http://www.usconstitution.net/plan_nj.html

http://www.u-s-history.com/pages/h369.html

http://www.myloc.gov/Exhibitions/creatingtheus/Constitution/Ratification/ExhibitObjects/TheNewJerseyPlan.aspx

http://usgovinfo.about.com/od/uscongress/a/greatcomp.htm

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :