INDIRA AGUSTIN


Berpacu menjadi yang terbaik

Pancasila sebagai Ideologi

Oleh: Indira Agustin/071012006

            Indonesia, sebagaimana negara-negara lain di dunia pastilah memiliki ideologi sebagai dasar dari negaranya. Pancasila merupakan ideologi dari Indonesia, yang digunakan sebagai dasar negara, sumber dari segala sumber hukum oleh rakyat Indonesia. Pancasila pertama kali dicetuskan oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, yang ditujukan sebagai dasar dari perilaku bangsa, sesuai dengan harfiahnya, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti asas. Butir-butir Pancasila mencerminkan apa yang menjadi sifat bangsa Indonesia. Sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila yang kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Sila keempat adalah menganai Kerakyatan (demokrasi). Dan sila kelima adalah Keadilan Sosial yang menyeluruh.

            Menurut Van der Kroef, Pancasila merupakan sebah adaptasi dari tiga nilai dasar yang perna dianut oleh bangsa Indonesia. Mereka adalah komunalisme tradisional, islam monoteisme, dan liberalisme dan marxisme. Komunalisme tradisional mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dalam hal apapun. Nilai-nilai tersebut terwujud dalam sila kedua dan ketiga. Nilai komunalisme ini merupakan pengembangan dari sifat rakyat Indonesia yang sangat suka bergotong-royong. Dimana pada masyarakat yang masih tradisional sikap gotong-royong masih dijunjung tinggi. Kemudian islam monoteisme. Penyebaran islam sangat berpengaruh pada rakyat Indonesia. Monoteisme berarti hanya percaya pada satu Tuhan, dalam hal ini berarti hanya beragama satu. Sehingga, tidak dapat dikatakan bahwa seorang yang komunis adalah seorang yang ateis, karena komunis bukanlah agama. Islam monoteisme ini sangat penting sehingga tercermin dalam sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang ketiga yakni Liberalisme Marxisme. Liberalisme menekankan pada nilai-nilai kebebasan kepada rakyat. Yang terlihat sangat jelas dalam sila keempat, yaitu kerakyatan (demokrasi). Sedangkan marxisme identik dengan nilai-nilai kebersamaan, yang terlihat dalam sila kelima, yaitu Keadilan Sosial yang menyeluruh.

            Pancasila berperan amat penting dalam perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Karena sifatnya yang sudah melekat pada rakyat Indonesia, Pancasila telah menjadi dasar dari nilai-nilai yang terkandung pada hukum yang diterapkan di Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa Pancasila telah menjadi alat pemersatu bagi  bangsa karena tersebarnya masyarakat di seluruh pelosok Indonesia dengan ciri khas kedaerahannya masing-masing telah di persatukan oleh nilai-nilai luhur yang terdapat dalam sila-sila Pancasila. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila kita sebagai rakyat Indonesia menjadikan Pancasila sebagai cerminan diri dan mnegintropeksi dan mengontrol negara dalam mengatur pemerintahannya. Yang sudah banyak terpengaruh oleh nilai-nilai asing yang dengan mudahnya masuk dan menyiangi kehidupan sosial bangsa ini. Jadi, supaya Pancasila tidak menjadi usang dan tetap segar untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hendaknya kita sebagai bangsa Indonesia manjaga dan selalu menerapkannya demi bertahannya Pancasila itu sendiri.

Referensi:

Van Der Kroef, Justus M. 1954. “Pantjasila; The National Ideology of The New

Indonesia”, Philosophy  East and West, vol. 4 no. 3 pp. 225-251

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :